KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP : KEPATUHAN WAJIB PAJAK MASIH RENDAH

Selasa, 5 Maret 2013 09:49:20 - oleh : SKDI

HUMAS CILACAP - Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap, Sri Sutitiningsih menyampaikan, kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajak diwilayah kerjanya terhitung masih rendah. Masih terdapat wajib pajak yang belum terdaftar di KPP Pratama Cilacap.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Pajak Pratama Cilacap Sri Sutitiningsih, pada acara Tax Gathering dengan para wajib pajak di Hotel Dafam, Rabu (27/02). Tax Gathering dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Toto Yuli Santoso, dan undangan lain.
Lebih lanjut Sri Sutitiningsih mengemukakan, tingkat kepatuhan wajib pajak yang tercatat di KPP Cilacap sebesar 52 persen. Padahal idealnya kepatuhan wajib pajak sebesar 70 persen. Untuk itu, Kantor Pelayanan Pajak/KPP Pratama Cilacap terus berupaya untuk merangkul para wajib pajak sehingga yang bersangkutan dapat memenuhi kewajiban pajaknya. Karena penerimaan pajak sangat penting untuk keberlanjutan pembagunan. Seperti kita ketahui, APBN kita 80 persen diperoleh dari penerimaan sektor pajak, ujar Sri Sutitiningsih.
Sebagai gambaran realisasi penerimaan pajak selain PBB di wilayah Barlingmascakep secara bruto pada tahun 2012, lanjut Sri Sutitiningsih, untuk Kabupaten Cilacap mencapai Rp. 582 Milyar, Banyumas Rp. 485 milyar, Kebumen Rp. 164 milyar, Purbalingga dan Banjarnegara sebesar Rp. 290 milyar. Tahun 2013 rencana penerima pajak di Cilacap ditargetkan sebesar Rp. 797 milyar, Banyumas - Rp.694 milyar, Kebumen- Rp. 234 Milyar, Purbalingga dan Banjarnegara sebesar Rp. 403 Milyar.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kemajuan dan keberhasilan pembangunan salah satunya ditentukan oleh pajak yang diterima negara dari wajib pajak.
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya dalam melanjutkan pembangunan, karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran negara, ujar Tatto.
Untuk itu, lanjut Bupati, semua elemen masyarakat diharapkan bisa mengerti dan melaksanakan tentang apa itu pajak dan fungsinya, sehingga sadar akan pentingnya membayar pajak untuk kemajuan pembangunan.
Bupati juga berharap masyarakat yang terkena pungutan pajak turut aktif melakukan pengawasan, supaya pajak tersebut digunakan untuk kegiatan produktif yang akan mengangkat standar kehidupan masyarakat. Pengawasan itu sangat penting, agar penggunaannya tidak diselewengkan untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok. (hromly)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya