PERSAGI Cilacap Targetkan Turunkan Stunting Hingga 10 Persen

Rabu, 6 November 2019 14:22:30 - oleh : arin


CILACAP - Salah satu masalah gizi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini adalah stunting. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskedas 2013 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37,2 persen, sedangkan Kabupaten Cilacap 36,3 persen dan tahun 2018 prevalensi stunting 32,1 persen. Data lain hasil Pemantauan Status Gizi atau PSG tahun tahun 2017 menurun menjadi 22,8 persen. Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap dinilai cukup tinggi yaitu lebih dari 20 persen standar WHO. Praktis kondisi tersebut menjadi ancaman terhadap tumbuh kembang yang tidak optimal pada masa yang akan datang.
Stunting atau pertumbuhan kerdil disebabkan karena kekurangan gizi kronik yang terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal anak lahir, stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Dian Setyabudi pada pembukaan Bakti Sosial DPC Persatuan Ahli gizi Indonesia-Persagi Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke - 55 Kabupaten Cilacap tahun 2019, di pendopo panembahan Tunggul Wulung Kecamatan Jeruklegi- Cilacap Rabu(6/11).


Lebih lanjut,Dian Setyabudi menjelaskan,besarnya kerugian akibat stunting antaralain naiknya pengeluaran pembiayaan terutama jaminan kesehatan nasional yang berhubungan dengan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes atapun gagal ginjal. Ketika dewasa, anak yang menderita stunting mudah mengalami kegemukan sehingga rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke ataupun diabetes. Stunting juga dituding menghambat potensi transisi demografis Indonesia dimana rasio penduduk usia tidak bekerja terhadap penduduk usia kerja menurun. Belum lagi ancaman pengurangan tingkat intelejensi sebesar 5 sampai 11 poin.
Berkaitan hal tersebut, penanganan stunting di Kabupaten Cilacap mengacu pada meningkatnya peran multi sektor dalam percepatan penurunan prevalensi stunting melalui penangan spesifik dan sensitif dengan 5 pilar penanganan stunting. Mencakup komitmen dan visi pimpinan tertinggi negara, kampanye nasional berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas. Kemudian konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program nasional, daerah, dan masyarakat. Tak terkecuali mendorong kebijakan akses pangan bergizi, pemantauan dan evaluasi.
Dian menambahkan, DPC Persagi Cabang Cilacap merupakan organisasi profesi yang selalu berupaya ikut serta di dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial yang digelar tersebut, diharapkan mampu dijadikan sarana untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ahli gizi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan status gizi masyarakat.
Sementara itu menurut ketua Panitia kegiatan Baksos DPC Persagi Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke - 55 Kabupaten Cilacap tahun 2019, Yeni Magdalena mengatakan, ada sekitar 200 orang yang terlibat dalam acara tersebut. Mereka katanya berasal dari kader kesehatan di 13 desa di Kecamatan Jeruklegi, masing-masing desa sebanyak 10 kader Posyandu, dan seluruh anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia - PERSAGI DPC Cilacap. Sementara itu pengentasan stunting di Jeruklegi di tahun mendatang ditargetkan dapat diturunkan jumlahnya menjadi 10 persen dari temuan pada timbangan serentak sebelumnya, yakni sekitar 15 persen.(arin/grh)


 

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya